PROFIL
BALAI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KELAUTAN DAN PERIKANAN (BPTKP)
PROVINSI DIY


 Balai Pengembangan Teknologi Kelautan dan Perikanan mempunyai tugas menyelenggarakan pengembangan teknologi budidaya air tawar, air payau dan air laut. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Balai Pengembangan Teknologi Kelautan dan Perikanan mempunyai fungsi:

  1. Penyusunan program Balai;
  2. Pelaksanaan pengembangan, dan penerapan teknologi budidaya air tawar, air payau dan air laut ;
  3. Pelaksanaan perbenihan perikanan air tawar, air payau, dan air laut;
  4. Pelaksanaan pengelolaan induk ikan;
  5. Penyelenggaraan ketatausahaan;
  6. Penyelenggaraan evaluasi dan penyusunan laporan program Balai;
  7. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan pimpinan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
  8. Balai Pengembangan Teknologi Kelautan dan Perikanan terdiri dari:
  9. Kepala Balai;
  10. Subbagian Tata Usaha;
  11. Seksi Budidaya Air Tawar;
  12. Seksi Budidaya Air Payau dan Air Laut;
  13. Kelompok Jabatan Fungsional.

Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan kearsipan, keuangan, kepegawaian, pengelolaan barang, kerumahtanggaan, kehumasan, kepustakaan, serta penyusunan program dan laporan kinerja. Untuk melaksanakan tugas tersebut Subbagian Tata Usaha mempunyai fungsi:

  1. Penyusunan program Subbagian Tata Usaha;
  2. Penyusunan program Balai;
  3. Pengelolaan kearsipan;
  4. Pengelolaan keuangan;
  5. Penyelenggaraan kepegaw aian;
  6. Penyelenggaraan kegiatan kerumahtanggaan;
  7. Pengelolaan barang;
  8. Penyelenggaraan kehumasan;
  9. Pengelolaan kepustakaan;
  10. Pengelolaan data, pelayanan informasi dan pengembangan sistem informasi
  11. Monitoring, evaluasi dan penyusunan laporan program Balai;
  12. Pelaksanaan evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan Subbagian Tata Usaha.

Seksi Budidaya Air Tawar mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan penerapan teknologi Budidaya Air Tawar. Untuk melaksanakan tugas tersebut Seksi Budidaya Air Tawar mempunyai fungsi:

  1. Penyusunan program Seksi Budidaya Air Tawar;
  2. Pengelolaan data budidaya air tawar;
  3. Pelaksanaan pengembangan dan penerapan teknologi budidaya air tawar;
  4. Pelaksanaan perbenihan perikanan di air tawar;
  5. Pelaksanaan pengkajian mutu benih/induk ikan air tawar;
  6. Pelaksanaan perbanyakan dan pengelolaan induk pokok dan induk dasar ikan air tawar;
  7. Pelaksanaan domestif ikasi induk/benih ikan alam air tawar;
  8. Penyelenggaraan evaluasi dan evaluasi serta penyusunan laporan program Seksi Budidaya Air Tawar.

Seksi Budidaya Air Payau dan Air Laut mempunyai tugas melaksanakan pengembangan dan penerapan teknologi air payau dan air laut. Untuk melaksanakan tugas tersebut Seksi Budidaya Air Payau dan Air Laut mempunyai fungsi:

  1. Penyusunan program Seksi Budidaya Air Payau dan Air Laut;
  2. Pengelolaan data budidaya air payau dan air laut;
  3. Pelaksanaan pengembangan dan penerapan teknologi budidaya air payau dan air laut;
  4. Pelaksanaan perbenihan perikanan di air payau dan air laut;
  5. Pelaksanaan pengkajian mutu benih/ induk ikan air payau dan air laut;
  6. Pelaksanaan perbanyakan dan pengelolaan induk pokok dan induk dasar
  7. Ikan air payau dan air laut;
  8. Pelaksanaan domestif ikasi induk/benih ikan alam air payau dan air laut;
  9. Penyelenggaraan evaluasi dan penyusunan laporan program Seksi Budidaya Air Payau dan Air Laut.

BPTPK memiliki unit-unit kerja sebagai berikut:
  1. Unit Kerja Budidaya Air Tawar (UKBAT) Cangkringan, Sleman, memproduksi benih Nila M/H, Mas, Lele
  2. UKBAT  Wonocatur di Cangkringan, memproduksi benih Lele, Nila
  3. UKBAT  Sendangsari Kulon Progo, memproduksi benih Gurame, Tawes, Nila
  4. UKBAT  Bejiharjo Gunungkidul memproduksi benih Lele, Tawes, Mas
  5. Unit Kerja Budidaya Air Payau (UKBAP) Samas, Bantul, memproduksi benih Udang Galah
  6. UKBAP  Congot, Kulon Progo, melakukan Pembesaran Udang  dan Bandeng
  7. Unit Kerja Budidaya Air Laut (UKBAL) Sundak Gunungkidul, memproduksi benih Bandeng (Nener)
  8. Laboratoriun Penyakit Ikan di Cangkringan, Sleman.

Program Kerja

  1. Pelayanan administrasi perkantoran
  2. Peningkatan sarana prasarana
  3. Peningkt pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan
  4. Pengembangan budidaya perikanan
  5. Pengembangan kawasan budidaya laut, AP, AT
  1. pengemb rekayasa teknologi budidaya air tawar (5 rekomendasi)
  2. Pengembangan BAT  (3 rekomendasi)
  3. pengembangan rekayasa teknologi BAL  (2 rekomendasi)
  4. pengembangan rekayasa teknologi BAP  (4 rekomendasi)

Ujicoba BAT
1.    Optimalisasi pakan alternatif :
  1. Kultur Azolla untuk Fermentasi pakan
  2. Kultur Cacing Sutera untukpakan Gurami
  3. Kultur Pakan Alami  Lele dengan teknologi Biofl    
2.    Pengembangan Rekayasa    
  1. Seleksi Individu utk Produksi dan Galur Harapan Varietas Nila
  2. Karakteristik Ikan Mas untuk Pengembangan Vareietas
  3. Pengemangan Varietas Gurami
  4. Pengembangan Distribusi dan Jaringan Induk (Nila Lele, Gurami)
  5. Pemantauan  kualitas Air, Hama dan Penyakit Ikan
Ujicoba BAL
  1. Pengaruh Perbedaan Dosis Probiotik pd pendederan Larva Udang Vaname.
  2. Uji Kesesuaian Hidup Abalone dengan Pemeliharaan pada media air dari perairan di Sundak
Ujicoba BAP
  1. UJI Pendederan Juvenil U Galah di bak dg Kepadatan dan Luasan Shelter berbeda
  2. Uji Pematangan Gonad U Galah dg vitamin E dan Jenis Pakan berbeda.
  3. Uji Pembesaran Polikultur U Vaname dan U Windu dg media air Sumur bor.
  4. Uji Pembesaran U Vaname dg feed additive (multivitamin)
Kemampuan Uji Laboratorium Penyakit Ikan
  1. kualitas air : pH, nitrat, nitrit, amoniak, chlor, salinitas, DO, GPS , suhu, turbiditas,       konduktivitas
  2. Secara mikroskopis: parasit, jamur
  3. pemeriksaan virus (dengan PCR): KHV, WSSV, IHHNV, MRr MV)